Kopi, Kapital, dan Kematian Intelektual

Kopi seharusnya menjadi bahan bakar untuk membongkar tatanan yang tidak adil, bukan bahan bakar untuk memperpanjang durasi kerja kita dalam sistem yang menindas. Mari kita kembalikan nalar ke atas meja. Mari kita kembali menjadikan diskusi sebagai jalan untuk mencari kebenaran, bukan sekadar pembenaran.

Sebab, jika kita tidak lagi mampu berpikir kritis, maka saat itulah kita benar-benar mati secara intelektual, meski jasad kita masih tegak berdiri di antara aroma kopi dan gempita kota yang palsu. Ingatlah, kesadaran adalah musuh terbesar kapital, dan kematian intelektual adalah kemenangan mutlak bagi mereka yang ingin kita tetap tertidur pulas dalam kenyamanan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Daftar Pustaka

Baudrillard, Jean. (2014). Masyarakat Konsumsi. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Fromm, Erich. (2018). Memiliki atau Menjadi? Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hardiman, F. Budi. (2015). Demokrasi Deliberatif: Menimbang Negara Hukum dan Ruang Publik dalam Diskursus Teori Kritis. Yogyakarta: Kanisius.

Kartanegara, Mulyadhi. (2007). Menyelami Kesejatian Beragama. Jakarta: Erlangga.

Marcuse, Herbert. (2015). Manusia Satu Dimensi. Yogyakarta: Resist Book.

Tinggalkan Balasan