Penulis merekomendasikan kitab ini untuk menjadi rujukan dan kajian rutin, dan perlu mendapat perhatian penuh terutama di kalangan pesantren. Hal ini diperlukan untuk menepis metodologi kaum salafi atau dikenal dengan Wahabi, dengan metodologi yang dikembangkan dengan kembali kepada Al-Qur’an dan Hadis.
Kitab al-Mutasaddidun manhajuhum wa munaqasuhum qadhayahum telah diterbitkan pada Bulan Juli Tahun 2011 oleh Majlis A’la dengan tujuan agar lebih bermanfaat bagi masyarakat luas dan menjadi rujukan seluruh umat muslim sedunia. Kitab ini diterbitkan dengan sederhana dan harga yang sangat murah sekitar Rp 40.000. Dari kitab ini kita akan mendapatkan banyak ilmu dan perbendaharaan kata-kata kontemporer.

Syeikh Ali Al-Jum’ah sendiri merupakan sosok ulama yang sangat tawadhu, yang dilahirkan dengan nama Ali dari keluarga sederhana pada 3 Maret 1952 M (7 Jumadil Akhirah 1341) di perkampungan Bani Sueif, Mesir. Ayahnya bernama Jum’ah sehingga terkenal dengan nama Syeikh Ali Jum’ah, nama yang dinisbatkan kepada ayahnya.
Syeikh Ali Al-Jum’ah pernah menjadi Mufti Mesir pada tahun 2003-2013. Syeikh Ali Al-Jum’ah telah melahirkan banyak karya, di antaranya Al-Ijma’ Indal Ushuliyin, Mudzakkiroh hawla al-Manhaj al-Ushuli li Tanawubi al-Mu’amalat al-Maliyah al-Haditsah wa al-Qawaid al-Dhabithah laha, dan Al-Bayan lima yasghulu adzhan yang di dalamnya terdiri dari seratus fatwa untuk menolak penyerupaan orang yang keluar dari manhaj ahlussunnah wal Jamaah .
Data Kitab
Judul Kitab : al-Mutasaddiduna Manhajuhum Wa Munaqasuhum Ahammu Qadhayahum
Penulis : Syeikh Ali Jum’ah
Penerbit : Darul Maqtam Wa Tausyi’
Cetakan : V, Desember 2013
Tebal Halaman : 155 Halaman
