MENYISAKAN YANG TERSISA
Ramadan hampir selesai.
Kalender menipis seperti napas yang diperhalus.
Tidak ada perubahan dramatis.
Wajahku tetap sama.
Jalanan tetap ramai.
Dunia tetap tergesa.
Namun ada sesuatu yang tak lagi sepenuhnya bising.
Seperti sungai yang diam-diam mengurangi lumpurnya
aku merasa sedikit lebih ringan tanpa tahu bagian mana yang telah diletakkan.
Mungkin bulan ini bukan tentang menjadi bersih
melainkan tentang belajar
bahwa kita selalu bisa mengurangi satu butir gelap
di dalam diri.
Dan itu sudah cukup
untuk membuat langit terlihat lebih dekat.

Sumber ilustrasi: freepik.
