LUKA DI TANAH HUJAN

Banjir, longsor, dan rusaknya alam

Aceh tetap berdiri dengan doa dan kesabaran. Puisi ini adalah suara empati, bahwa di balik lumpur dan air bah, masih ada iman dan harapan yang dijaga.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Aceh, kau pernah diuji gelombang besar,
kini engkau diuji oleh tangan-tangan sendiri.

Gunung menangis lewat longsor sunyi,
sawah tenggelam oleh air yang kehilangan arah.

Namun kau tetap menyebut nama Tuhan,
di antara puing dan lumpur yang mengeras,
sebab harapanmu tak pernah ikut hanyut dan terkuras.

Tinggalkan Balasan