KETIKA ALAM BERBICARA
Narasi ini bukan sekadar rangkaian kata, namun peringatan.

Alam tidak pernah marah tanpa sebab. Ia berbicara lewat kesiur angin dan air yang terlalu,
lewat tanah yang runtuh, dan lewat hutan yang kehilangan nyawa.
Narasi ini mengajak kita berhenti sejenak, mendengar, dan merenung sebelum suara alam berubah menjadi penyesalan yang terlambat.
