Asap, banjir, dan tanah yang runtuh
adalah bahasa alam yang lama kita abaikan.
Sumatra dan Aceh menulis pesan di langit kelabu:
Pandang dan rawatlah kami, atau bersiap kehilangan segalanya.
Sebab alam tak pernah dendam,
ia hanya mengembalikan apa yang manusia tanam, sepadan tanpa timpang.
