pemaparan Materi Oleh KH. M. Afifudin Dimyathi Lc, MA

Ma’had Aly Darul Ulum Launching Kitab Kunuz Ar-Rohman fi Durus Al-Qur’an

Beberapa tokoh dan pengasuh pesantren terkemuka di Indonesia juga tampak hadir, di antaranya Dr Yusuf Suharto M. Pd.I (Mudir Ma’had Aly Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang), KH M Khadafi (Pengasuh Ponpes Wahid Hasyim 2 Bangil Pasuruan), dan Dr H Nasarudin (Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya).

​Tafsir yang Solutif

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

​Diskusi dengan tema “Rekonfigurasi Metode Tafsir Kontekstual” dimoderator Khobirul Amru. Sebelum memanggil narasumber, moderator memberikan penegasan bahwa gerakan pembaruan tafsir awalnya diinisiasi oleh Muhammad Abduh dan muridnya, Rasyid Ridho. Gerakan ini muncul dari kegelisahan bahwa Al-Qur’an seolah belum mampu menjawab problem-problem modern, seperti masalah marginalisasi gender.

​Berangkat dari latar belakang kompleks tersebut, muncullah berbagai pendekatan baru. Jika pada hari pertama bulan kajian Profesor Dr Abdul Mustaqim M. Ag menawarkan pembacaan dengan pendekatan Maqoshidi, maka kali ini Dr KH M Afifudin Dimyathi menawarkan metode baru agar ayat-ayat Al-Qur’an selalu terasa kontekstual dan relevan menghadapi tantangan zaman.

Metode tafsir tersebut diberi nama Kunuz Ar-Rahman fi Durus Al-Qur’an: Hidayat Qur’aniyyah wa Tawjihqt Rabbaniyyah li Bina’ al-Insab wa Ishlah al-Imron (Perbendaharaan Sang Maha Pengasih Menyangkut Pesan-pesan Kitab Suci: Petunjuk-petunjuk Qur’ani dan Nasihat-nasihat Rabbani Untuk Membangun Kemanusiaan dan Rekonsiliasi Peradaban).

​Setelah moderator memaparkan profil penulis dan sekilas latar belakang kitab, Kiai Awis—sapaan akrab KH Afifudin Dimyathi—langsung naik ke mimbar untuk memaparkan materinya. Kiai Awis menjelaskan secara detail mengenai pengenalan Durus Al-Qur’an, mulai dari latar belakang, urgensi, definisi, manfaat, hingga ruang lingkupnya. Tidak hanya itu, konteks historis, perhatian khusus, metode perumusan, pantangan, serta faktor pendukung dalam memperoleh Durus Al-Qur’an juga dikupas tuntas.

Tinggalkan Balasan