Seperti masakan ibu. Kangen masakan ibu.
Itulah yang sering terasakan ketika saya berada di tempat-tempat yang jauh, jauh dari ibu, dan menemukan makanan yang begitu nikmat saat disantap. Baik dalam perbandingan maupun persamaan.

Begitulah seorang ibu, menanamkan hatinya, cintanya, kepada buah hatinya melalui makanan. Makanan yang untuk kali pertama dikunyah atau dilepih oleh anak-anaknya. Hingga mereka beranjak dewasa, ibu menyajikan semua makanan yang dimasaknya dengan hati –bukan gizi.
Setiap ibu akan mengasuh dan membesarkan semua anaknya dengan cinta, dengan kasih sayang tiada tara. Karena itu, dalam kondisi apa pun, setiap ibu akan menyajikan makanan terbaik untuk anak-anaknya. Terbaik dalam ukuran kemampuan dan kesanggupannya sebagai seorang ibu.
