Mencontoh Cara Berislam NU-Muhammadiyah

Momentum tersebut memberikan refleksi segar bagi Islam di Indonesia. Islam sebagai agama mayoritas dapat memberi warna baru dalam kerangka Islam yang bertoleran. Tidak saling menjatuhkan dan hidup bersama-sama. Hal ini juga sejalan dengan tema seabad NU, yaitu menuju kebangkitan baru. Kebangkitan ini mempunyai visi, di antaranya adalah kebangkitan akademik, sains, teknologi, dan kebangkitan karakter dalam era kolaborasi.

NU dan Muhammadiyah bisa dikatakan sebagai basis dan penyangga Islam di Indonesia. Meskipun NU lebih muda daripada saudaranya Muhammadiyah, tidak menjadikan keduanya saling menyerang dan memunculkan konflik. Keduanya memiliki ciri khas dan cara berislam sendiri-sendiri. Tetapi perlu diingat meskipun punya kekhasan masing-masing, tujuan daripada beragama tentu sama yaitu habluminallah dan habluminannas 

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Cara berislam NU lebih bersifat tradisional dan menekankan pada kekhusyukan. NU lebih mengajarkan pada perihal menata hati. Hidup dalam suasana damai, rukun, dan gotong royong. Sementara itu cara berislam Muhammadiyah yang lebih progresif dan menekankan pada pembaharuan dan kemodernan. Muhammadiyah lebih mengajarkan pada perihal menata badan. Artinya Muhammadiyah lebih mengedepankan pada progresivitas pembangunan.

Keduanya tidak perlu dikotak-kotakan. Keduanya sama-sama sebagai ormas yang berkontribusi besar bagi bangsa ini. Justru, kolaborasi dalam membangun peradaban bersama adalah wujud Islam sesungguhnya. Dengan berkolaborasi dalam konteks Islam sosial, maka akan terwujud negara Indonesia yang kuat dan kecintaan terhadap tanah air akan terus terjaga.

Seperti yang didawuhkan KH Hasyim Asy’ari tentang “mencintai agamamu juga harus dibarengi dengan mencintai negaramu” adalah ajaran yang sangat kekinian dan relevan. Wujud manifestasinya adalah apa yang dilakukan oleh NU-Muhammadiyah. Sehingga nanti ujungnya adalah kesejahteraan bangsa Indonesia akan meningkat. Masyarakat Indonesia akan tumbuh menjadi negara yang lebih maju.

Peran santri  

Tinggalkan Balasan