Menguji Ethos, Pathos, dan Logos dalam Retorika Kekuasaan

Prinsip ini juga sejalan dengan perspektif Islam. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11 bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan diberi ilmu beberapa derajat. Ayat tersebut menunjukkan tingginya kedudukan ilmu dan orang-orang yang berilmu.

Lebih jauh, Surah An-Nahl ayat 43 mengajarkan, “Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” Ayat ini menunjukkan pentingnya kerendahan hati intelektual: ketika menghadapi persoalan yang berada di luar keahlian kita, rujukan terhadap orang yang memiliki pengetahuan menjadi bagian dari sikap ilmiah.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Karena itu, menghormati pakar bukan berarti menempatkan mereka di atas kritik. Sebaliknya, penghormatan terhadap keilmuan berarti memastikan bahwa kritik dilakukan dengan argumen, bukan dengan merendahkan pribadi.

Otoritas Politik vs Otoritas Pengetahuan

Seorang kepala negara idealnya mampu mengorkestrasikan ethos, pathos, dan logos secara seimbang. Pidato presiden bukan sekadar ekspresi personal, tetapi komunikasi publik yang memiliki daya pengaruh luas.

Presiden Prabowo Subianto tentu memiliki ruang untuk mengkritik pengamat maupun pakar. Namun, kritik akan jauh lebih kuat ketika disampaikan melalui argumentasi, data, dan ketegasan tanpa harus merendahkan pribadi.

Pada akhirnya, persoalannya bukan semata-mata apakah satu kata seperti “goblok” pantas atau tidak pantas diucapkan. Persoalan yang lebih besar adalah bagaimana perdebatan pengetahuan diuji melalui argumen, bukan melalui pelabelan personal yang berpotensi menggeser perhatian dari substansi persoalan.

Di titik inilah ethos, pathos, dan logos seharusnya kembali menemukan keseimbangannya. Seorang pemimpin tidak harus kehilangan ketegasan untuk menjadi santun. Sebab, dalam ruang demokrasi dan ilmu pengetahuan, kewibawaan tidak hanya lahir dari suara yang paling keras, tetapi juga dari kemampuan mempertanggungjawabkan setiap argumen.

Tinggalkan Balasan