Menjadi Pahlawan Hari ini
Tidak perlu menunggu jadi tentara atau polisi untuk bersikap seperti pahlawan. Pada dasarnya, semua orang berpotensi menjadi pahlawan. Mengingat dalam KBBI, pahlawan memiliki arti sebagai orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Titik tekannya adalah berani membela kebenaran, bukan menjadi sosok hero yang kuat nan perkasa.

Jika segala sesuatu berangkat dari kebenaran, maka kemiskinan dan kebodohan dapat berkurang nilai indeks negatifnya. Mengapa bisa? Misalnya, kasus korupsi yang merebak dalam lembaga pemerintahan maupun swasta. Saya rasa, seseorang atau kelompok yang melakukan korupsi tidak kurang pintarnya, bahkan seringkali mereka semua adalah lulusan perguruan tinggi ternama. Namun, karena mengabaikan nilai kebenaran, maka keburukan yang akan menguasainya. Akhirnya, anggaran yang seharusnya terserap untuk pemenuhan kebutuhan rakyat justru masuk ke dalam saku pejabat. Jika sudah seperti ini, maka angka kemiskinan akan terus berada di posisi yang tinggi.
Di luar ihwal korupsi sebagai akar kemiskinan rakyat yang harus dibasmi, walaupun rasanya sangat sulit karena sudah menjadi sistem yang buruk. Namun, wacana kemandirian ekonomi juga harus santer digaungkan sebagai alternatif mengatasi kemiskinan. Minimal, setiap dari kita memiliki orientasi untuk berwirausaha atau mindset produktif, bukan hanya konsumtif. Jika setengah dari jumlah seluruh penduduk Indonesia mampu memproduksi barang atau jasa, maka angka kemiskinan akan mengalami penurunan.
Selain kemiskinan, kebodohan juga termasuk musuh yang harus diperangi. Hal ini berkaitan erat dengan kemampuan sumber daya manusia yang akan menjadi pelaku utama dalam tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kebodohan itu sangat merugikan diri sendiri sekaligus orang lain. Mengingat begitu besar kerugian dari sebuah kebodohan, maka thalabul i’lmi menjadi sangat penting untuk terus dilakukan. Ada hadis masyhur yang dapat menguatkan perintah thalabul i’lmi yaitu:
اطلبوا العلم ولو بالصين
Artinya: Tuntutlah ilmu walau ke Negeri Cina (Diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, No. 1612).

Mantap, “Menjadi pahlawan, setidaknya, bagi diri sendiri”
🙏