Menjadikan Pancasila Sebagai Way of Life

Sudah mafhum bahwa kelima sila Pancasila di dalamnya sarat akan nilai-nilai etik-moral dan spiritual. Sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa. Sila ini mengajarkan betapa pentingnya sikap saling menghormati dan menghargai keyakinan setiap umat beragama. Bahkan, masing-masing pemeluk agama dilarang untuk memaksa penganut agama lain mengikuti agamanya. Tentu tujuan utama adalah terciptanya kehidupan yang rukun, damai, harmonis, dll.

Saking pentingnya menghormati dan menghargai keyakinan agama lain, di dalam Alquran Surat Al-An’am [7]:108 dinyatakan secara tegas dan lugas, yaitu:

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.”

Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sila ini mengajarkan bahwa setiap manusia –tanpa memandang identitas primordial yang disandang– memiliki status dan derajat yang sama. Bersimpati antara satu sama lain merupakan suatu keniscayaan yang tak bisa ditampik walaupun itu oleh negara. Hal ini selaras dengan pernyataan Alquran dalam Surat Al-Hujurat [49]:13 yakni:

“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”

Tinggalkan Balasan