Menjaga Bahasa Ibu Lewat “Melu Dongeng, Nyuk”

Di tengah kepungan bahasa global dan jargon populer modern, bahasa ibu sering kali terpinggirkan dari percakapan sehari-hari. Padahal, melalui tuturan bahasa ibu itulah nilai-nilai moral, kearifan lokal, serta memori kolektif suatu masyarakat diwariskan dari generasi ke generasi.

Untuk mengikis batas dan kesan kaku dalam pembelajaran kebudayaan, dongeng dipilih sebagai media utama dalam kegiatan ini. Pendekatan tutur cerita ini tidak hanya menghibur, tetapi juga terbukti efektif menjembatani komunikasi emosional yang hangat antara ibu dan anak.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Melalui untaian kata, alur cerita yang imajinatif, dan intonasi khas, dongeng mampu menyampaikan pesan-pesan filosofis serta mengenalkan kembali kekayaan tutur bahasa ibu secara natural tanpa kesan menggurui. Dengan begitu, anak-anak diajak untuk mencintai serta bangga menuturkan bahasa daerahnya sejak dini dari lingkungan terdekat mereka, yaitu rumah tangga.

Tinggalkan Balasan