Menyoal Doktrin Hijrah dan Jihad (1)

Mestinya, setiap informasi yang berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, ataupun persetujuannya, diuji terlebih dahulu kebenaran dan keabsahan informasinya dengan menggunakan ilmu takhrij hadits dan kritik sanad serta matan hadis. Setelah diketahui kebenaran informasinya dan dapat dipastikan bahwa hadis itu memang benar dari Rasulullah, maka langkah selanjutya adalah memahaminya berdasarkan metode pemahaman hadis. Belum tentu hadis sahih mesti diamalkan, karena faktanya tidak semua hadis mengandung unsur syariat, di dalamnya juga terdapat unsur budaya, politik, dan gambaran realitas sosial masa Nabi.

Yang tak kalah pentingnya adalah, dalam meenyikapi fenomena dan kemunculan ISIS ini, ada baiknya kita bersikap kritis dan mempertanyakan ideologi Islam yang mereka anut. Lebih dari itu, kita juga perlu melihat, membaca, dan menganalisis mengapa kelompok seperti ini muncul? Apakah kemunculan ISIS murni karena faktor agama? Atau dipengaruhi oleh kepentingan politik sebagian kelompok, untuk merebut kekuasaan dengan mengatasnamakan agama?

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sebagian besar hadis yang digunakan ISIS adalah hadis-hadis yang berisi ramalan Nabi SAW tentang masa depan. Hadis semacam ini diistilahkan dengan “hadis futuristik”. Melalui hadis futuristik ini, ISIS ingin menunjukkan kepada semua orang, khususnya umat Islam, bahwa mereka adalah representasi dari kelompok akhir zaman yang sering disebut Nabi di dalam hadis. Mereka mengklaim dirinya sebagai kaum terasing (ghuraba) yang diprediksi Nabi SAW akan muncul pada akhir zaman, dan itulah kelompok terbaik.

Perlu diketahui, dalam pandangan ISIS, hijrah dan jihad adalah dua ajaran yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan antara satu sama lainnya. Jihad tidak mungkin terlaksana tanpa melakukan hijrah. Ideolog ISIS mengatakan, “Tiada hidup tanpa jihad dan tiada jihad tanpa hijrah.”

Untuk menarik perhatian, mencari simpatisan, dan mujahid baru, ISIS mewacanakan kewajiban jihad bagi setiap orang dan mereka sudah menyiapkan ladangnya bagi yang ingin berjihad. Saking tegasnya kewajiban jihad, menurut ISIS, orang yang tidak terlintas sedikitpun niat hijrah di dalam hatinya, mereka layak disebut munafik. Istilah munafik ini seringkali disematkan pada individu ataupun kelompok yang tidak mau mengikuti jalan dakwah ISIS.

Propaganda jihad yang disebarkan ISIS ini merujuk pada hadis riwayat Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW berkata:

Tinggalkan Balasan