Nabawi memberikanku tempat
Untuk menangis semalaman–terus menerus
Dalam sujud tak berkesudahan
Tersedu mengutuki diri
Dalam pengampunan tak terbatas
Terisak memaki diriku sendiri.
Syukur takkan tergerus
Dengan menyebut namaMu
Yang Maha Pengasih
Lagi Maha Penyayang.

Madinah, 2018.
TANPAMU SEMUA JADI REPOT
–Teringat Gus Dur
Dunia bagaikan himpitan kursi kekuasaan
Hamparan janji terbentang di padang harapan
Serta dalil yang terselubung di antara ayat
Menggumamkan bahwa hidup tidak sekadar
Tentang satu: ada dua, ada tiga, ada empat
Dan banyak sekali sesuatu yang beraneka.
Namun, barang sebentar saja, Gus
Tiada yang peduli saat ini
Semua tertundukkan oleh satu
Tanpa melihat dua, tiga dan bahkan empat
Semua mudah mengatasnamakan Tuhan
Untuk sekadar kepentingan.
Sungguh tanpamu semuanya menjadi repot
Terlalu banyak yang diperjualbelikan
Terlalu banyak yang diobralkan
Terlalu banyak sakit hati
Terlalu banyak tinggi hati
Semua bersandiwara sebagai yang paling
Menyedihkan.
Bukankah itu semua bikin persoalan, Gus?
Sungguh tanpamu semua menjadi repot.
Yogyakarta, 19 Februari 2017.
