Hal ini bukan isapan jempol. Banyak santri yang menceritakan itu dan banyak pula yang menjadi korbannya. Ibarat tingkatan hadis, cerita ini mutawatir dan sahih. Walaupun saya belum membuktikan sendiri tidur di bawah tangga lantai 2 itu.
Sekarang perihal cerita hantu yang mengganggu saya, yaitu hantu penunggu kamar mandi. Ketika itu, saya hendak mencuci baju sekitar jam 2 malam. Biasanya, saya memang mencuci pada tengah malam dan sejauh itu tidak ada gangguan apa pun. Mungkin karena pondok sedang libur dan suasana begitu sepi, jadi momennya pas untuk mengganggu saya. Ketika sedang mengisi air ke ember, saya mendapat gangguan pertama, yaitu dilempar botol minuman plastik. Saya yang sedang fokus ke ember, sontak kaget. Siapa gerangan yang melempar itu? Tapi saya tak mengindahkannya dan terus mencuci.

Ketika itu keadaan kamar-kamar pondok yang jendelanya menghadap kamar mandi dalam keadaan mati semua, peteng ndedet. Ketika saya sedang asyik mencuci, tibalah gangguan kedua, saya dilempar tisu yang mengenai tubuh saya. Pada gangguan yang kedua ini, saya mencoba mengecek seluruh kamar yang jendelanya menghadap ke kamar mandi. Tak ada seorang pun yang hidup di situ. Saya hanya menemukan santri baru yang sedang tidur. Saya berpikir, tidak mungkin santri baru menjahili saya, kwanen. Akhirnya saya lanjutkan mencuci lagi.
