Negeri Para Pakar

Begitulah cara baru kita memahami dunia: bukan melalui data, melainkan melalui video yang dikirim oleh seseorang yang juga mendapatkan video itu dari seseorang yang lain yang tidak kita kenal.

Rantai pengetahuan kita kini menyerupai rantai makanan. Bedanya, yang dimakan bukan langsung daging, melainkan konteks. Konteks adalah korban pertama dari video pendek. Sebuah pernyataan yang semula memiliki latar belakang sepuluh halaman dipotong menjadi dua puluh detik. Sebuah penelitian bertahun-tahun diringkas menjadi satu kalimat. Sebuah persoalan yang melibatkan sejarah, ekonomi, budaya, hukum, dan manusia yang dijadikan judul: “TERNYATA SELAMA INI KITA DIBOHINGI!”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Judul semacam itu selalu menjanjikan pencerahan. Dan kita selalu bersedia tercerahkan. Barangkali karena manusia memang menyukai penjelasan sederhana untuk masalah yang rumit. Kita senang menemukan satu kambing hitam untuk dunia yang penuh kambing, serigala, rumput, pagar, dan pemilik kebun.

Masalahnya, dunia tidak sesederhana video dua menit.

Kemiskinan bukan sekadar karena orang malas. Inflasi bukan sekadar karena pemerintah bodoh. Masalah pendidikan bukan sekadar karena guru tidak becus. Korupsi bukan hanya persoalan satu orang jahat. Konflik sosial tidak selesai dengan kalimat, “Menurut saya, solusinya gampang.”

Kata “gampang” sering kali merupakan tanda bahwa seseorang belum cukup lama memikirkan masalah. Namun zaman kita justru memberi hadiah kepada orang yang paling cepat mempunyai pendapat. Orang yang berkata, “Saya belum tahu,” terdengar lemah. Orang yang berkata, “Mari kita periksa datanya,” terdengar membosankan. Sedangkan orang yang berkata, “Saya sudah bilang dari awal!” tampak seperti nabi. Maka semua orang berlomba menjadi nabi kecil.

Di media sosial, pendapat tidak lagi sekadar pendapat. Ia menjadi identitas. Jika seseorang sudah telanjur membagikan sebuah pandangan, ia akan mempertahankannya seperti mempertahankan harga diri. Data boleh datang membawa koper. Penelitian boleh datang membawa seribu halaman. Kesimpulan boleh datang dengan catatan kaki yang panjang.

Tidak penting.

Tinggalkan Balasan