NENEK MOYANG
Jika Ibu Sud punya nenek moyang seorang pelaut
Yang gemar mengarung luas samudra
Menerjang ombak tiada takut
Menempuh badai sudah biasa

Maka, kami punya nenek moyang seorang perusak
Yang gemar menambang luas daratan
Membelah gunung tiada takut
Menebang pohon sudah biasa
Sungguh nestapa, ini bukan nyayian
Ibu, inilah luka yang tergores di tanah ini
Sumatera, Kalimantan, hingga Papua
Daun berguguran, batang hanyut, akar terungkai
Sudah jutaan pohon dikorbankan
Untuk sebutir emas dan debu batubara
Hingga angin pun kehilangan suaranya
Namun, Ibu
Di antara jerami-jerami yang diam
Masih tersisa gabah yang berisi
Berjuang demi bangsa dan negeri
Agar suatu hari nanti
Kita bisa bernapas kembali
Dalam teduh warisan yang tak ternilai
KITA HILANG DALAM KEMAJUAN
