Mengapa Patani Selalu Membela Palistina?

Di setiap acara kebesaran di Patani, bendera itu selalu muncul tanpa diundang. Meskipun tidak ada dalam agenda, namun bendera itu selalu berkibar di atas kepala manusia di bumi Patani, seolah tahu bahwa kehadirannya adalah bagian dari jiwa perayaan itu sendiri. Merah, putih, hitam, dan hijau. Itulah bendera Palistina. Tidak tahu sejak kapan telah menjadi bagian dari setiap acara kebesaran di tanah Melayu Patani.

Bendera Palestina pada acara Melayu Raya 2026 di Patani, Thailand Selatan.

Seperti terlihat pada acara Melayu Raya 2026 di Patani, Thailand Selatan, baru-baru ini, di tengah kerumunan massa berkibar pula Bendera Palestina. Kejadian ini bukan kebetulan dan bukan ikutan-ikutan tren yang mudah hilang ketika kamera telah pergi. Kejadian ini adalah suatu yang jauh lebih dalam, dari memori kolektif, dan dari ikatan sejarah yang telah mengakar selama berabad-abad di bumi Melayu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Masyarakat Patani adalah masyarakat yang punya sejarah panjang dalam menjaga identitas dan budayanya. Mereka paham apa arti hidup di bawah tekanan untuk mempertahankan bahasa, adat, dan agama di tengah berbagai tentangan  zaman yang tidak selalu berpihak. Kerena pengalaman itulah, ketika melihat Palistina, mereka tidak hanya melihat konflik yang keluar dari media sosial. Mereka melihat cermin-cermin dari perjuangan moral yang belum selesai, dari tangis seorang ibu yang hilang anaknya, dari seorang petani yang terusir dari tanah yang ia warisi turun menurun. Bagi masyarakat Patani, pegangan bahwa setiap manusia berhak untuk hidup dengan bermartabat bukan sekadar slogan. Itu adalah nilai yang mereka hidup setiap hari.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan