“Ngaji Kilatan” di Pesantren Nurul Ilmi Wal Fikri

Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Ilmi Wal Fikri, Tebuireng, Jombang, rutin menggelar kajian kitab kuning secara intensif selama Ramadan. Kegiatan tersebut disebut “Ngaji Kilatan”, karena satu kitab diselesaikan dalam waktu singkat.

Seperti terlihat pada Rabu (4/3/2026), para santri mengikuti ngaji kilatan di aula pesantren. Rangkaian kegiatannya dimulai bakda salat Subuh hingga pukul 22.00 WIB.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ilmi Wal Fikri KH Moh Nasir Aminullah, setiap santri putra maupun putri wajib mengikuti kegiatan kajian kilat ini.

“Seluruh santri wajib mengikuti kegiatan ramadan karena untuk menambah ilmu serta mencari keberkahan di bulan ramadhan,” kata Kiai Nasir.

Di pesantren yang berdiri sejak 2018 ini, tradisi tahunan ngaji kilatan di bulan Ramadan, selain untuk memperdalam pemahaman kitab klasik, sekaligus meningkatkan spiritualitas santri di bulan yang penuh berkah.

Rutinitas kajian kitab kuning tersebut berlangsung sepanjang Ramadan dengan konsep “kilatan.” Ada beberapa kitab yang dipelajari, yang meliputi ilmu keislaman hingga berbagai amalan yang dianjurkan di bulan Ramadan. Termasuk, kitab tentang kisah-kisah para nabi yang menjadi inspirasi dan teladan bagi para santri dalam menjalani kehidupan.

Ngaji Kilatan di Pesantren Nurul Ilmi Wal Fikri diasuh beberapa ustaz, di antaranya Ustaz Miftah, Gus Tamam, Ustaz Rajak, serta KH Aminullah sendiri.

Selama Ramadan ini, setiap hari puluhan santri putra dan putri memenuhi aula pondok untuk mengikuti kajian dengan penuh semangat dan keseriusan dalam mendengarkan penjelasan dari para pengampu kitab.

Selain mengikuti kajian kitab kuning, para santri juga diwajibkan melaksanakan salat berjamaah dan tadarus Al-Qur’an. Kegiatan ini makin menyemarakkan suasana Ramadan di lingkungan pondok.

Rangkaian kegiatan ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri yang membuat para santri semakin antusias menyambut Ramadan.

Nining Sarlina, santri asal Lombok, menuturkan bahwa kegiatan di pondok tersebut menjadi sarana penting untuk menambah wawasan para santri.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan