Pancasila dan Kesadaran Hubbul Wathan Santri Milenial

Atas dasar itulah, para ulama menempatkan Pancasila sebagai ideologi dan menggunakan spirit Islam sebagai spirit menumbuhkan cinta tanah air, tumbuh sebagai aktualisasi Islam untuk melakukan perlawanan terhada penjajah, bukan sebagai ideologi politik pergerakan. Dan itu tetap bertahan hingga kini, setelah berganti-ganti era, berganti-ganti generasi. Seperti pada era industri 4.0 saat ini, nilai-nilai Pancasila harus tetap diamalkan sebagai ways of life, namun perlu rekonstruksi dan reaktualisasi sesuai dengan zamannya.

Misalnya, karena tak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, perilaku radikalisme dan anarkisme mengatasnamakan “Islam” dengan doktrin membentuk negara khilafah, harus ditangkal dan dikikis habis. Nilai-nilai kebangsaan seperti terkandung dalam Pancasila juga pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam Negara Madinah. Melalui Piagam Madinah, Nabi Muhammad membangun sistem pemerintahan Islami berdasarkan kesepakatan bersama warga bangsa. Nabi tidak pernah mendirikan negara Islam, daulah Islamiyah, dan kekhalifahan Islam. Nabi tidak pernah menetapkan aturan baku soal bentuk negara, namun menginspirasi melalui bentuk pemerintahan di Madinah. Walau demikian, Islam tetap menjiwai praktik kekhalifahan sesuai ajaran Islam.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Karena, pengalaman Pancasila sebagai way of life secara massif menjadi tugas bersama seluruh komponen bangsa untuk membentengi diri dari ancaman terorisme, separatisme, radikalisme, serta ancaman disintegrasi lainnya yang bisa mengancam persatuan dan kesatuan NKRI.

Lalu, sebagai generasi santri milenial, dan warga yang tengah menghadapi masa-masa “new normal”, berketuhanan dengan menjalankan masing-masing agama dan syariatnya, menghafalkan Pancasila dengan lima butirnya, kembali menonton film-film dokumentasi ataupun bernilai historis, meramaikan media sosial dengan menyebarkan semangat positif penuh nasionalis dan patriotis dengan kemasan yang unik dan kreatif, menumbuhkan rasa kemanusiaan, semangat tolong-menolong, persatuan-kesatuan yang harus tetap diutamakan, menumbuhkan rasa keadilan sosial, sejak dini harus ditanamkan dan dilestarikan dalam ruang lingkup yang terkecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang. Mengakui, mencintai, dan mengimplementasikan Pancasila juga merupakan bagian dari mencintai tanah air dan sebagian dari iman.

Selamat hari lahir Pancasila! Salam NKRI!

Tinggalkan Balasan