Pesantren Tebuireng

Penuh Haru, Sambangan Perdana Santri Baru Tebuireng

Selama masa tersebut, para santri mulai mengenal rutinitas yang berbeda dari kehidupan di rumah. Bangun lebih awal, mengikuti pembelajaran, melaksanakan ibadah berjamaah, menjalani berbagai kegiatan kepesantrenan, hingga belajar mengatur kebutuhan pribadi menjadi bagian dari proses adaptasi mereka.

Empat puluh hari pertama dapat dimaknai sebagai riyadhah, yakni proses melatih diri untuk mengenal lingkungan baru, membangun kemandirian, mengendalikan kebiasaan, sekaligus membiasakan diri dengan berbagai aktivitas pesantren.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Karena itu, setelah melewati 40 hari tanpa komunikasi langsung dengan keluarga, pertemuan dalam sambangan perdana terasa begitu istimewa. Kerinduan yang selama ini dipendam akhirnya dapat terobati melalui perjumpaan, percakapan, dan kebersamaan sederhana bersama keluarga.

Tinggalkan Balasan