Penyesalan Yara

Suara deru angin dan hujan mengepak-ngepakkan daun jendela sebuah kamar gelap di lantai dua. Cahaya lampu jalan yang berpendar kekuningan menerobos masuk ke kamar dan rintik hujan menampar-nampar jendela yang setengah terbuka. Gorden krem di baliknya sudah basah kuyup sampai airnya menetes-netes.

Tak jauh dari jendela, seorang perempuan duduk di lantai sambil memeluk lututnya. Gawai di sisi kakinya kembali bergetar dan ia buru-buru menekan tombol power. Gawai itu pun padam seketika.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ia menghela napas dalam-dalam, tapi air matanya menitik juga. Dengan tergesa, ia menyeka air matanya dengan lengan baju sebelum sempat menganak sungai. Ia kembali menghela napas. Ia tahu, dalam beberapa bulan terakhir ini, kehilangan bukan lagi hal yang asing baginya. Tetapi, kehilangan yang terjadi karena kelalaiannya menjadikan semua ini jauh lebih menyakitkan.

*

Tinggalkan Balasan