Hujan menderas tanpa ampun. Beberapa orang dengan APD lengkap menurunkan peti mati dengan perlahan. Naya membekap mulutnya dan menangis tanpa suara. Pemakaman Yara berlangsung dengan sunyi yang menggetarkan. Tanah di sekitarnya basah, sekaligus becek. Di sekitarnya, tampak nisan-nisan baru memenuhi lahan pemakaman. Lalu terdengar suara doa para petugas pemakaman yang sayup-sayup.
*

Tiara, sahabat Naya di kantor, yang tempat duduknya hanya terpisah satu kubikel kecil dikonfirmasi positif Covid-19 dua minggu lalu. Selang sehari setelah berita itu, Naya buru-buru tes swab karena orang kantor merasa khawatir kalau banyak yang tertular juga. Sebetulnya dia sendiri tidak merasa bergejala apa-apa dan seingatnya, dia selalu taat protokol kesehatan. Maskeran, bawa alat makan sendiri, rajin cuci tangan. Jadi, sebetulnya ia setengah yakin kalau baik-baik saja.
Hasil tes swab baru diketahui tiga hari kemudian. Dan sebelum tes keluar, Naya masih ke kantor dan sesekali mengunjungi rumah orang tuanya di Ciputat karena adiknya yang baru nikah tiga bulan lalu sedang ada di sana. Ia sempat menginap di sana bahkan. Begitu hasil swab keluar, Naya kaget. Hasilnya ternyata positif. Ia memutuskan tidak memberitahu keluarganya karena takut mereka panik atau khawatir. Keputusan yang disesali Naya di hari-hari kemudian.
