Perempuan dan Ketimpangan yang Menjadi Warisan

Jawaban tersebut di antaranya bisa kita lihat dari kehidupan sehari-hari mereka. Perempuan masih sering berada dalam posisi yang harus membagi waktu mereka antara pekerjaan yang menghasilkan pendapatan dan upah dengan pekerjaan domestik yang tidak mendapatkan upah.

Memasak, mengurus anak, merawat keluarga, hingga mengurus rumah sering kali dianggap sebagai kewajiban biasa. Padahal, semua itu membutuhkan tenaga, waktu, dan perhatian. Ketika beban tersebut lebih banyak ditanggung perempuan, ruang mereka untuk bekerja, belajar, mengembangkan keterampilan, dan meningkatkan kondisi ekonominya menjadi semakin terbatas.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Keadaan tersebut menjadi semakin berat bagi perempuan dari keluarga dengan ekonomi rendah. Ketika pendapatan keluarga terbatas, perempuan sering menjadi pihak yang pertama kali mengorbankan kesempatan pendidikan atau pekerjaan demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Akibatnya, ketimpangan tidak berhenti pada dirinya. Keterbatasan ekonomi dan pendidikan yang dialami seoarang ibu dapat berpengaruh pada kesempatan yang dimiliki anak-anaknya. Di sinilah ketimpangan dapat berubah menjadi sesuatu yang diwariskan.

Karena itu, membicarakan ketimpangan ekonomi tidak cukup hanya dengan melihat angka kemiskinan atau pertumbuhan ekonomi. Kita juga perlu melihat siapa yang mendapatkan kesempatan dan siapa yang harus terus-menerus mengorbankan kesempatan tersebut. Perempuan tidak seharusnya hanya dipandang sebagai pihak yang menerima dampak dari kebijakan ekonomi, tetapi juga sebagai manusia yang berhak memiliki akses, pilihan, dan kendali atas kehidupan ekonominya sendiri.

Pada akhirnya, kemajuan ekonomi seharusnya bukan hanya tentang semakin banyaknya angka pertumbuhan, tetapi tentang semakin sedikitnya orang yang harus mewariskan keterbatasan kepada generasi berikutnya. Sebab, yang seharusnya diwariskan kepada anak-anak kita bukanlah kemiskinan, bukan pula ketimpangan, melainkan kesempatan yang lebih adil untuk menentukan masa depan.

Tinggalkan Balasan