Perjalanan Panjang Lukisan KH Hasyim Asy’ari (1)

Setelah menyelesaikan lukisan wajah Mbah Hasyim, Badrie segera melanjutkan lukisan lain. Kali ini, ia melukis peristiwa penangkapan Mbah Hasyim oleh tentara Jepang. Seperti kita tahu, gara-gara menolak untuk hormat kepada Kaisar Jepang, Mbah Hasyim ditangkap dan dipenjara. Peristiwa penangkapan itulah yang diangkat oleh Badrie ke dalam kanvas.

Seperti sebelumnya, untuk merekonstruksi peristiwa tersebut Badrie juga melakukan riset mendalam, termasuk wawancara dengan orang-orang yang menyaksikan sendiri peristiwa tersebut atau keturunannya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Berbeda dengan sebelumnya, peristiwa penangkapan Mbah Hasyim dilukis pada kanvas ukuran sangat besar, 2,5 X 5,5 meter. Setelah selesai, lukisan tersebut kemudian difoto lalu dibawa keliling untuk ditashih. Di sini Badrie mulai terantuk batu. Rupanya, 50 persen penggambaran dalam lukisan tersebut salah, tidak sesuai dengan peristiwa sebenarnya.

Dalam lukisan, diceritakan salah satu santri Mbah Hasyim, Mustakim, berdiri di depan Mbak Hasyim untuk mengadang pasukan Jepang menaikkan Mbah Hasyim ke atas truk yang akan membawanya ke tahanan. Berdasarkan keterangan Baldun, putra dari Mustakim, tidak pernah ada santri yang berdiri atau berjalan di depan Mbah Hasyim. Semua santri berdiri atau berjalan di belakang Mbah Hasyim.

Badrie pun harus memutar otak untuk mengubah cerita dalam lukisan. Hasilnya, dalam lukisan diceritakan Mbah Hasyim dengan anggun berusaha melerai para santri yang berusaha mengadang dan melawan tentata Jepang. Begitulah cerita lukisan kedua tentang Mbah Hasyim yang diberi judul “Penangkapan KH Hasyim Asy’ari” itu akhirnya tuntas dikerjakan pada 2003.

Nyaris Terendam

Namun, kisah lukisan “Penangkapan KH Hasyim Asy’ari” itu rupanya belum usai. Suatu hari, Pasuruan dilanda hujan lebat dan banjir. Banjir juga melanda rumah Badrie, tempat menyimpan lukisan Mbah Hasyim. Khawatir terendam dan rusak, bersama istri, Badrie mencoba menyelamatkan lukisan-lukisannya.

Lukisan Penangkapan KH Hasyim Asy’ari yang sangat besar itu harus dipindahkan ke lantai dua kalau ingin selamat. Sayangnya, tangga untuk naik ke lantai dua terlalu sempit. Terpaksa Badrie memotong lukisan tersebut menjadi tiga bagian. Lukisan tersebut akhirnya selamat, tapi kondisinya sudah terpotong menjadi tiga.

Semula, Badrie berniat melukis ulang bagian sisi kanan dan kiri yang terpotong. Namun, perasannya sudah kacau. Mood sudah hilang. Saat itulah, muncul ide membiarkan saja lukisan tersebut menjadi tiga bagian. Masing-masing bagian kemudian dibingkai sendiri-sendiri.

“Akhirnya justru lebih artistik, lukisan ini menjadi tiga panel,” ujar Badrie sambil tersenyum.

Keterangan foto cover: Gus Riza dan Badrie di depan lukisan Mbah Hasyim.

Tinggalkan Balasan