Perlunya Tamasya Usai Corona

Tahap berikutnya, kalau kebetulan ahli retorika, maka gagasan-gagasan akan menjadi kalimat-kalimat yang meluncur dari mulut, dan enak didengar telinga, mencerdaskan banyak otak. Nah, kalau “ala-ala” penulis, ya jadi kata-kata, kata per kata, jadi paragraf, paragraf per paragraf, jadi kalimat, jadi satu halaman, begitu terus sampai tersusun sebuah artikel atau buku.

Sunatullah-nya manusia memang berjalan di muka Bumi. Berjalan dari satu tempat ke tempat lain. Karena kalau berdiam terlalu lama di tempat yang sama, hanya akan menciptakan kebosanan, kejumudan, rasa terkungkung, dan pola pikir akan begitu-begitu saja.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Jadi, untuk bisa thinking out of the box, ya harus get out of the box, keluar dari kotak rumah. Sebab, kalau terus-terusan di rumah saja, ya macet idenya. Meskipun masih bisa menerima informasi dari smartphone, dari televisi, tapi karena setiap hari yang didatangi cuma kamar tidur, ruang tamu, dapur, sumur, halaman depan, halaman belakang, itu saja maka tak ada bedanya. Yang dijumpai pun cuma keluarga dan itu-itu saja orangnya.

Tinggalkan Balasan