Semuanya duduk dalam satu nasib. Ingin selalu menatap bulan, tanpa harus kehilangan bintang.
Sumenep, 2022.

HIRUK-PIKUK
Kita hanya capung-capung pendosa
Yang berangkat dari karut-marut kata
Tak berani terbang menuju kematian
Setelah oleh pecundang, sayap-sayapnya dipatahkan
Sumenep, 2022.
JANURMU, BUKAN JANUR KITA
