POHON NASIB

WAKTU YANG MENAKUTKAN

Mari mengingat sejenak kawan
Tentang hari-hari lampau
Di saat peluru seperti hantu
Menembus ulu hati

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Siang hanya tentang matahari cemerlang
Di bawah cakrawala
Tempat seharusnya mimpi terbang bebas
Seluruh ingin bagaikan tahanan
Dikurung oleh zionis

Mimpi hanya helaan napas hampa
Lalu mereka sibuk mempertahankan detak
Sebab mata senjata
Mengintai di waktu-waktu tak terduga

Riau, 2025.

HUTAN DURI

Anak-anak tumbuh dengan ketakutan
Mereka di dalam hutan berduri
Dipenuhi hantu-hantu peluru
Yang menculik jiwa-jiwa penuh mimpi

Impian besar itu
Bagai balon di udara
Terbang tak sampai setinggi kepala
Jatuh berantah sia-sia

Riau, 2025.

SUARA YANG MELEWATI ANGIN

Ibu, aku berbisik lagi pada angin
Tapi ia pergi jauh sekali
Lalu aku bicara pada hujan
Lalu mengalir ke sungai
Di sungai, air pergi ke muara

Aku mencoba berbincang
Pada bunga-bunga
Tapi menjelang petang
Mereka direbut waktu
Malaikat Israel tak cukup membawa ibu

Yang bernapas pagi hari
Dibawa pergi sore hari
Padahal matahari belum usai
Menyempurnakan merahnya

Ibu, semenjak kau tak ada
Aku bicara pada apa sebenarnya
Entah angin, musim, dan fatamorgana
Tapi di jalan lain
Sepertinya bisikan rinduku
Menjelma embun sejuk
Di musim bunga pada kebun ibu

Riau, 2025.

POHON NASIB

Sebuah pohon nasib
Tidak selamanya memiliki buah manis
Sesekali ia jatuhkan buah pahit
Ke jalan yang biasa kita lewati

Karena orang yang lapar
Ia melahap dan sakit
Nasib membuat orang-orang sekarat
Di tengah perjalanan yang berat

Tapi, meski begitu

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan