Pondok Darussalam, Mata Air Santri di Kota Santri

Pembaruan yang dilakukan oleh KH M Kasyful Anwar ini terus dilanjutkan oleh para penerusnya yang hingga kini telah mencapai generasi kesembilan. Kini, Madrasah Darussalam yang telah berubah nama menjadi Pondok Pesantren Darussalam telah berkembang dengan pesat, dan menjadi satu pondok pesantren di Indonesia. Berbagai jenjang pendidikan formal untuk agama dan umum telah dibangun. Tak hanya Madrasah Tahdiriyah, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah, tapi juga SMP, SPP-SPMA (Sekolah Pertanian yang menggunakan kurikulum dari Departemen Pertanian), dan STM/SMK yang mengacu pada Depdiknas.

Pada jenjang pendidikan tinggi, ada Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) dengan kurikulum Depag/IAIN. Untuk kepentingan itu, telah dibuka lokasi baru diatas tanah 10 hektare di Jl.Perwira Tanjung Rema Darat Martapura, yang juga dijadikan kompleks gedung-gedung sekolah dan asrama guru/santri milik pessantren Darussalam. Belakangan, juga dibangun khusus Pesantren Tahfidz al-Qur’an Darusalam.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kini, total santri Pondok Pesantren Darussalam mencapai belasan ribu orang. Rupanya, tradisi lama masih dipertahankan. Yaitu, tidak semua santri mondok atau bermukim di kompleks pesantren. Banyak santri yang berasal dari sekitar pondok tetap tinggal di rumah masing-masing. Banyak juga santri dari luar daerah yang indekos di rumah-rumah warga. Maka Martapura, khususnya Kampung Pasayangan, benar-benar mewujud sebagai kota santri. Dan, Pondok Pesnatren Darussalam menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakatnya.

Dari pondok tua inilah lahir banyak ulama, termasuk Tuan Guru Sekumpul. Ini juga diakui Guru Sekumpul semasa hidupnya. Inilah pengakuannya: “Apabila engkau menuntut ilmu di Darussalam, yang engkau dapat adalah keberkahannya. Dan, keberkahan itu sangat banyak. Salah satunya adalah berkah ilmu.”

Tinggalkan Balasan