Puasa dan Sigmund Freud

Setelah melewati anal, mereka sampai kepada tahapan genital: alat kelamin. Menurut Freud, sebelum anak-anak menginjak dewasa, mereka senang bermain dengan alat kelamin. Oral dan genital sudah tidak menyenangkan lagi. Sumber kesenangan mereka kita beralih kepada alat kelamin.

Perlu diketahui bahwa ketiga tahapan di atas hanya dimiliki anak-anak. Dengan kata lain, setelah dewasa, ketiga hal itu tidak menjadi standar kesenangan hidup lagi. Orang dewasa sudah memiliki akal. Dengan akal, orang dewasa mendapatkan kesenangan lebih dari sekadar oral, anal, dan genital. Ketika orang yang berumur dewasa masih senang dengan ketiga hal tersebut, secara kejiwaan, ia mengalami keterlambatan yang diistilahkan oleh Freud dengan fiksasi.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Puasa dan Kedewasaan

Tinggalkan Balasan