Puasa dan Sigmund Freud

Keberhasilan kita mengatasi ketiga hal tersebut akan membuat mental kita dewasa. Di akhir Ramadan, ketika mental kita sudah di-upgrading, berhak dirayakan dengan panggilan takbir kemenangan. Itulah arti hakiki dari hari raya Idul Fitri, momen di mana kita menjadi pribadi baru yang layak mendapatkan dua kebahagiaan dijanjikan Rasulullah, yaitu ketika berbuka puasa dan kebagiaan ketika masuk surga. Keduanya merupakan kebahagiaan paripurna yang tidak bisa diperoleh oleh sembarang orang, termasuk oleh Freud sendiri.

Tinggalkan Balasan