PUISI-PUISI PERINDU

Aku pelacak sukma,
menjura kalimat doa

Batuputih, 22-09-2026.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

SENARAI MIMPI

Di ujung malam,
siluet wajahmu aroma mawar
merekah di setiap hela napas
menabur rindu di telaga samsara

Pada-Mu aku pasrah,
tentang setandan surayya berderai
di liuk kedip matamu

Senarai mimpi itu,
begitu menguar aroma kasih
selagi teduh tarian dermaga
membalur tarian anjangsana

Hadirmu,
di senarai mimpi itu
adalah sekuntum mawar rindu

Sumenep, 22-09-2026.

SETANGKAI SURAYA

Di ceruk matamu,
kulihat suraya berbinar cahaya

Derai angin musim kemarau,
memanggul kisah cerita rindu
bergaun madah puisi
pada setiap narasi mimpi

Mendaras kelopak matang,
dari dekapan cinta yang membara
api asmara membakar jiwa
di setiap desah bernada surga
di relung kalbu, rinduku bersemi,
menyebut namamu dalam sunyi

Suraya memeluk cakrawala,
menembus jiwa keabadian
suluh berpijar, waktu berpendar
berdendang lagu gita taruna

Semailah tawamu,
di lembah sungai sedalam laut

Sumenep, 22-09-2026.

SETANDAN PUISI

Puisi ini bahtera Nuh,
sepenuh cinta di pucuk gelombang
menarikan kidung air mata
dari sekepal angan padamu

Puisi ini berkalung rindu,
merajut pelangi di alismu yang sabit

Puisi ini munajat mahabah,
merenda kasih jalinan makna

Puisi ini senandung jiwa,
membaca sajak dari jelma asmaraloka

Aku mendaras kelopak bunga
menoreh syair berlagu gita
matamu selaksa deraian makna

Batuputih, 22-09-2026.

NYANYIAN ILALANG

Di tepian kemarau,
angin mengelus tarian ilalang
nyanyikan rindu pada senja

Tinggalkan Balasan