Aku pelacak sukma,
menjura kalimat doa
Batuputih, 22-09-2026.

SENARAI MIMPI
Di ujung malam,
siluet wajahmu aroma mawar
merekah di setiap hela napas
menabur rindu di telaga samsara
Pada-Mu aku pasrah,
tentang setandan surayya berderai
di liuk kedip matamu
Senarai mimpi itu,
begitu menguar aroma kasih
selagi teduh tarian dermaga
membalur tarian anjangsana
Hadirmu,
di senarai mimpi itu
adalah sekuntum mawar rindu
Sumenep, 22-09-2026.
SETANGKAI SURAYA
Di ceruk matamu,
kulihat suraya berbinar cahaya
Derai angin musim kemarau,
memanggul kisah cerita rindu
bergaun madah puisi
pada setiap narasi mimpi
Mendaras kelopak matang,
dari dekapan cinta yang membara
api asmara membakar jiwa
di setiap desah bernada surga
di relung kalbu, rinduku bersemi,
menyebut namamu dalam sunyi
Suraya memeluk cakrawala,
menembus jiwa keabadian
suluh berpijar, waktu berpendar
berdendang lagu gita taruna
Semailah tawamu,
di lembah sungai sedalam laut
Sumenep, 22-09-2026.
SETANDAN PUISI
Puisi ini bahtera Nuh,
sepenuh cinta di pucuk gelombang
menarikan kidung air mata
dari sekepal angan padamu
Puisi ini berkalung rindu,
merajut pelangi di alismu yang sabit
Puisi ini munajat mahabah,
merenda kasih jalinan makna
Puisi ini senandung jiwa,
membaca sajak dari jelma asmaraloka
Aku mendaras kelopak bunga
menoreh syair berlagu gita
matamu selaksa deraian makna
Batuputih, 22-09-2026.
NYANYIAN ILALANG
Di tepian kemarau,
angin mengelus tarian ilalang
nyanyikan rindu pada senja
