PUISI-PUISI PERINDU

Semerbak harum surga,
adalah jiwamu yang luruh berderu
memanggul mimpi,
menoreh kanvas keriput pagi

Rif!
Biarkan rindu ini berderai,
dalam sukmamu bersuluh pelangi
menyemai bunga nirwana
mendekap kelopak purnama

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Teluk Kuantan Singingi,
menjadi prasasti abadi
pendarkan selaksa nyanyi sunyi

Batuputih, 24-09-2026.

GURINDAM RINDU

Ingin menjagamu,
dalam ruam rindu yang membara

Merangkai gurindam,
rekah purnama merindu sukma
mengikat tali langit,
deru siluet cinta padamu

Sajak gurindam,
mendekap setangkai bunga
bersamamu merenda senja
munajat 1001 bianglala

Batuputih, 25-09-2026.

RINDU TAPI MALU

Meskipun begitu,
dalam benar rasa ini
tantang rindu padamu

Tetapi,
rasa malu begitu memadu
satu dalam resah
satu dalam gelisah
satu dalam kesah

Namamu,
terukir nyata dalam sukma
merobek sayap cinta
melebur tarian luka

Tanpamu,
aku tak punya apa

Bersamamu,
luka rindu berlabuh nestapa

Sumenep, 24-09-2026.

SETAJAM ALIF ALISMU

Begitulah cinta,
bagai Majnun pada Laila

Aku karam pada tajam alismu,
menjulang langit,
menunjuk siluet sitratul muntaha

Meramu kisah,
dari serpihan rindu
menjadi azimat cinta
di ruang keabadian samsara

Aku luruh di ceruk matamu
Aku karam di laut dadamu
Aku rindu di samudra alif alismu
Aku cinta pada lekuk bibirmu

Biarkan hari ini,
munajat mahabah pada Satu!

Batuputih, 25-09-2026.

Sumber ilustrasi: pinterest.

Tinggalkan Balasan