Semerbak harum surga,
adalah jiwamu yang luruh berderu
memanggul mimpi,
menoreh kanvas keriput pagi
Rif!
Biarkan rindu ini berderai,
dalam sukmamu bersuluh pelangi
menyemai bunga nirwana
mendekap kelopak purnama

Teluk Kuantan Singingi,
menjadi prasasti abadi
pendarkan selaksa nyanyi sunyi
Batuputih, 24-09-2026.
GURINDAM RINDU
Ingin menjagamu,
dalam ruam rindu yang membara
Merangkai gurindam,
rekah purnama merindu sukma
mengikat tali langit,
deru siluet cinta padamu
Sajak gurindam,
mendekap setangkai bunga
bersamamu merenda senja
munajat 1001 bianglala
Batuputih, 25-09-2026.
RINDU TAPI MALU
Meskipun begitu,
dalam benar rasa ini
tantang rindu padamu
Tetapi,
rasa malu begitu memadu
satu dalam resah
satu dalam gelisah
satu dalam kesah
Namamu,
terukir nyata dalam sukma
merobek sayap cinta
melebur tarian luka
Tanpamu,
aku tak punya apa
Bersamamu,
luka rindu berlabuh nestapa
Sumenep, 24-09-2026.
SETAJAM ALIF ALISMU
Begitulah cinta,
bagai Majnun pada Laila
Aku karam pada tajam alismu,
menjulang langit,
menunjuk siluet sitratul muntaha
Meramu kisah,
dari serpihan rindu
menjadi azimat cinta
di ruang keabadian samsara
Aku luruh di ceruk matamu
Aku karam di laut dadamu
Aku rindu di samudra alif alismu
Aku cinta pada lekuk bibirmu
Biarkan hari ini,
munajat mahabah pada Satu!
Batuputih, 25-09-2026.
Sumber ilustrasi: pinterest.
