Qoidati, Masterpiece dari Metode Amtsilati

Dalam pembahasan isim terdapat Rumus A1 sampai A3. Pada fi’il setali tiga uang, ada Rumus B1, B2, dan B3 yang melanjutkan rumus utama jika konklusi dari rumus utama adalah fi’il. Dan pada jilid 4 dan 5 ini dilengkapi dengan wazan-wazan semua fi’il, baik itu madhi, mudhore,’ maupun amar.

Adapun jilid tambahan merupakan jilid yang menjadi pelengkap dari seluruh jilid, dimulai dari pembahasan mubtada’ yang boleh dibuang dan dihukumi nakirah, af’al muqarabah, hukum hamzah inna, dan dipungkasi dengan pembahasan munada’ shahih.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kitab Qoidati memiliki ketebalan 126 halaman dan memuat 5 jilid+1 jilid tambahan seperti yang dijabarkan di atas. Qoidati memiliki gaya Bahasa Indonesia yang simpel dan ringkas sehingga mudah dipahami oleh semua kalangan bahkan anak sekolah dasar (SD) sekalipun. Hal ini merupakan tujuan adanya program Amtsilati. Selain itu, Qoidati memuat kaidah nahu-saraf yang sangat familiar dan kerap ditemukan saat melakukan praktik langsung di kitab kuning.

Adapun, kekurangannya adalah penjelasannya yang terkesan ringkas sekali dan terlalu mudah, namun biasanya persepsi itu muncul bagi mereka yang sudah pernah mengenyam ilmu nahu-saraf. Qoidati yang merupakan manifestasi dari Amtsilati memiliki target man kepada mereka yang belum pernah belajar nahu dan ingin memiliki pijakan atau dasar dalam ilmu nahu-saraf.

Tinggalkan Balasan