Raja Ampat dan Antroposentrisme Sekuler

Di ujung timur Indonesia, tersebar gugusan pulau yang keindahannya bagai serpihan surga yang jatuh ke bumi—Raja Ampat. Lebih dari sekadar destinasi eksotis, wilayah ini adalah salah satu benteng terakhir bagi keragaman hayati laut, menaungi lebih dari 75% spesies karang dunia.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, gemuruh mesin tambang mulai menggantikan bisikan ombak dan kicau burung Cendrawasih.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Hutan hujan tropis dibabat, tanah dilubangi, dan laut ternoda limbah. Raja Ampat, yang dahulu menjadi lambang harmoni antara manusia dan alam, kini terancam menjadi saksi bisu dari kerakusan modern.

Banyak pihak mengecam tindakan eksploitasi yang terjadi, namun akar persoalannya jauh lebih dalam daripada sekadar kesalahan izin atau pengawasan yang longgar.

Tinggalkan Balasan