Raja Ampat dan Antroposentrisme Sekuler

Kasus tambang Raja Ampat merupakan manifestasi nyata dari krisis filosofi modern tentang alam. Di balik keputusan-keputusan ekonomi dan politik itu, ada satu paradigma besar yang bekerja secara diam-diam tapi destruktif: pandangan antroposentris sekuler.

Paradigma ini meletakkan manusia sebagai pusat segala sesuatu. Alam dipandang tak lebih dari objek tak bernyawa, yang boleh diperah, dibor, ditebang, selama menguntungkan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Di dalam cara pandang ini, tak ada tempat bagi kesucian alam, tak ada ruang untuk keheningan yang sakral, apalagi tanggung jawab spiritual.

Peradaban ini adalah  peradaban yang sibuk membangun pencapaian teknologi, namun abai terhadap jerit makhluk lain yang tak bersuara. Inilah wajah dari modernitas yang memuja angka pertumbuhan, tapi membutakan mata terhadap kehancuran yang terjadi diam-diam di bawahnya.

Tinggalkan Balasan