Re-thinking Feminism dan Muslim Indonesia

Karena itu, terlepas dari banyaknya orang yang menentang ide-ide feminisme ini karena menganggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, feminis muslim di Indonesia, seperti Siti Musdah Mulia, Siti Ruhaini Dzuhayatin, Ratna Megawangi, dan Kiai Husein Muhammad terus mengadvokasi cita-cita feminisme yang sejalan dengan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin ini, sehingga baik perempuan maupun laki-laki menikmati kesetaraan dan keadilan. Sebab, pada akhirnya, bukanlah penaklukan terhadap laki-laki yang dicita-citakan oleh feminisme, namun keadilan yang di dalamnya mencakup hak-hak asasi perempuan, kesetaraan gender, dan keadilan sosial.

Tinggalkan Balasan