RUMAH KALENG

DI SELA POHON BAMBU 

Di sela pohon bambu yang riang, cahaya itu menyambut
Seraya berucap “selamat datang”
Pada wanita bersepatu hitam

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ia berjalan menyusur sungai
Menemui anak kecil di daratan seberang.

Wanita itu bertanya, “Apa cita-citamu kelak, Nak?”

“Menjaga negeri dari rakus bangsa sendiri.
Laut biru kami jangan dihitamkan
Tanah merah kami jangan diberangus
Satwa kami jangan diusir
Rumah kami jangan digusur
Jiwa kami jangan dibunuh
Dengan narasi narasi untung
Hidup kami jangan digadaikan
Dengan tanah merah

Kami, mengemis di tanah sendiri
Air mata kami telah menyatu bersama hujan di atas pepohonan rindang dan lautan yang menjaga karang.

Napas kami berembus bersama kicau cenderawasih.”

Wanita itu menangis, mendengar si anak berkata.

“Mari kita rayakan duka semesta dengan puisi, barangkali ada yang membaca.”

Malang, 11 Juni 2025.

SEBUNGKUS DUKA DARI IKAN

Tinggalkan Balasan