“Tahun Baru Islam mengajarkan kita untuk memperbarui hati, serta memperbaiki diri. Seperti makna hijrah Nabi dari Mekkah ke Madinah, kita diajak untuk meninggalkan perbuatan buruk dan mengisi waktu dengan hal-hal yang baik,” tuturnya.
Sebagai penutup, ia juga menekankan pentingnya menjaga hati sebagai pengendali hawa nafsu. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang segumpal daging yang menentukan baik dan buruknya seluruh jasad, yakni hati. Menurutnya, hati yang bersih akan mendorong seseorang untuk senantiasa berbuat baik dan istikamah dalam proses memperbaiki diri.

“Maka jika ingin meninggalkan perbuatan buruk, ikutilah kata hati. Karena fitrah hati itu suci. Hati yang harus mengendalikan anggota tubuh kita agar senantiasa dalam koridor kebaikan,” pungkasnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin Ustaz Tajul Muluk. Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan dapat menjadikan momentum Tahun Baru Hijriah sebagai sarana meningkatkan kualitas keimanan, serta memperkuat komitmen dalam menjauhi segala perbuatan yang dilarang Allah SWT.
