Kegiatan muhadhoroh yang dilaksanakan di aula

Sastra Pesantren di Era Milenial

Salah satu contoh kata mutiara tersebut, yaitu “Man Lam Yaskurinnasa Lam Yaskurillah” “Siapa yang tidak mensyukuri manusia, maka dia tidak mensyukuri Allah”. Kalimat tersebut akan memotivasi para santri untuk terus mensyukuri apa yang dimilikinya.

Tidak hanya dengan belajar dan mengaji saja, kegiatan sastra dalam pesantren juga sering digunakan, seperti Muhadhoroh, Musabaqoh, Porseni (Pekan Olahraga dan Seni), Pekan Bahasa, dan Lomba Akhir Tahun.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pada era milenial sekarang, bukan hanya sastra media cetak yang digunakan dalam penyebaran sastra, dan begitu juga dengan sastra pesantren. Perkembangan teknologi saat ini tentunya sangat mendukung penyebaran sastra dengan mudah. Begitu juga dengan sastra dalam pesantren. Sastra dalam pesantren sudah dapat ditemukan di mana-mana tanpa harus masuk ke dalam dunia pesantren.

Oleh karena itu, pembelajaran sastra di pesantren juga tentunya dapat mengembangkan potensi yang dimiliki para santri melalui banyak kegiatan yang diselenggarakan. Seperti halnya lomba monolog, membaca puisi, pementasan drama, dan sebagainya. Dengan potensi yang mereka miliki, mereka dapat mengembangkan sastra yang ada di Indonesia dengan nilai keislaman di era milenial.

One Reply to “Sastra Pesantren di Era Milenial”

Tinggalkan Balasan