Seberapa Penting Etika dalam Media Sosial?

Padahal, ketika kita ingin mengomentari sesuatu, harusnya dibekali dengan ilmu yang mumpuni, tidak sekadar memberi komentar. Semakin hari, seiring berjalannya waktu, netizen semakin berani, tentu berbeda dengan zaman dahulu sebelum ada medsos. Masalah dalam hal ini ditandai dengan beragam komentar yang terdapat unsur tidak suka, menghina, ataupun menjatuhkan.

Ujaran kebencian yang saat ini sudah bertebaran di mana-mana, seolah sudah menjadi hal biasa. Padahal dampak yang akan terjadi ialah perasaan tidak suka, membuat kegaduhan, bahkan memecah persaudaraan antarsesama.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Gambaran ini pun tidak jauh berbeda dengan hasil survei yang dilakukan oleh Microsoft pada 2021 tentang perilaku seseorang di media sosial. Dalam laporan yang berjudul Digital Civility Index (DCI), Indonesia menempati peringkat 29 dari 32 negara yang diteliti.

Survei didasarkan pada tiga risiko utamanya, yakni hoax dan scam, ujaran kebencian, dan diskriminasi (cnnindonesia.com /25/2/2021). Hasil dari survei tersebut menyatakan bahwa dalam hal kesopanan, Indonesia menempati posisi bawah dari beberapa negara. Tentu sangat disayangkan, ketika etika yang dulunya begitu dijunjung tinggi, kini semakin memudar. Dunia maya juga tidak sembarangan, dalam medsos misalnya, etika haruslah diperhatikan. Pada dasarnya, berita, kritik maupun komentar itu penting, tapi yang tidak kalah pentingnya ialah etika, agar tidak ada lagi perbuatan saling menggunjing.

Tinggalkan Balasan