Sastra Pengasah Rasa
Menjelang malam, sesi puncak (pukul 19.45–22.30) dimulai dengan Orasi Budaya dan Baca Puisi. Direktur Kepala Kebudayaan UI Makara Ngawati Al-Zastrouw dalam sambutannya menegaskan urgensi sastra di tengah kehidupan publik saat ini.

“Di tengah hiruk pikuk sosial, politik, dan maraknya orang-orang yang bercocok tanam kebencian, maka penting belajar dan merawat kegiatan-kegiatan sastra untuk mengasah rasa dan hati,” ujar Kang Zastrouw, panggilan akrabnya. Ia menilai, sastra adalah benteng moral yang mampu meredam polarisasi.
Spirit Wasatiah Asrul Sani
Puncak Orasi Budaya disampaikan oleh kritikus sastra Jamal D Rahman. Melalui makalah “Asrul Sani: Jalan Wasatiah Kebudayaan Indonesia”, Jamal mengulas peran Asrul Sani yang konsisten memilih jalur tengah (wasatiah) dalam berkesenian dan berbudaya.
Jamal D Rahman menjelaskan, jalan yang ditempuh Asrul Sani bukanlah kompromi, melainkan sintesis batin yang mencari keseimbangan antara berbagai kutub ideologis. Ia mengutip bagian kunci dari makalahnya:
