Seruan Moral untuk Masa Depan NU

Kekhawatiran kolektif atas keselamatan marwah organisasi inilah yang pada akhirnya memicu kesadaran bersama untuk menggelar Forum Silaturahmi Para Kiai Sepuh. Pertemuan penting yang sarat makna ini diselenggarakan di Gedung PBNU Lantai 8, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, pada Kamis (20/8/2026).

Forum tersebut dihadiri secara langsung oleh jajaran ulama kharismatik, di antaranya KH Ma’ruf Amin, KH Abdullah Ubab Maimoen, KH Ali Akbar Marbun, KH Muadz Thohir, KH Ahmad Haris Shodaqoh, KH Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Muhyiddin Ishaq, dan KH Muhibbul Aman Aly. Selain yang hadir secara fisik, musyawarah ini juga diikuti secara daring oleh para masayikh sepuh lainnya, seperti KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), KH Anwar Manshur, KH Zuhri Zaini, KH Idris Hamid, KH Muhtadi Dimyati, serta KH Nuruzzahri.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dari hasil perenungan dan pemikiran mendalam para ulama terpilih tersebut, terpancarlah sebuah seruan moral yang ditujukan secara terbuka kepada seluruh jajaran pengurus NU di setiap tingkatan—mulai dari tingkatan Pengurus Besar (PB), Pengurus Wilayah (PW), Pengurus Cabang (PC), Majelis Wakil Cabang (MWC), hingga Pengurus Ranting di akar rumput.

Para kiai sepuh mengimbau dan menegaskan kembali krusialnya berorganisasi dengan memegang teguh spirit khittah NU, yakni senantiasa menempatkan adab, kesantunan, kejujuran, dan akhlakul karimah sebagai nilai tertinggi dalam ber-NU.

Selain pembenahan etika berorganisasi, para masayikh secara tegas menekankan pentingnya menjaga kesucian dan sportivitas dalam mengawal pagelaran Muktamar ke-35 ini. Permusyawaratan yang berkedudukan mulia tersebut tidak boleh sampai ternoda oleh praktik-praktik amoral, seperti money politics atau politik uang demi meraup suara dan menggalang dukungan secara tidak terpuji.

Tinggalkan Balasan