Dalam sambutannya, Menteri Arifatul Choiri Fauzi mengajak semua untuk menghidupkan semangat perjuangan Kartini di era digital ini. “Kartini adalah sosok pemberani, berani berfikir kritis, berani bersuara, berani memperjuangkan kemanusiaan, ini dilakukan di masa ketika akses pendidikan sangat terbatas. Kartini memperjuangkan agar pendidikan dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menegaskan bahwa menghidupkan kembali semangat Kartini berarti menyadari pentingnya peran perempuan dalam kehidupan.

“Kartini juga memiliki kemampuan untuk menerjemahkan bahwa seorang perempuan itu adalah pusat dan struktur. Karena dari perempuanlah manusia itu lahir. Dan dari perempuanlah pusat tatanan dan sistem itu bekerja,” kata Lestari Moerdijat.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala BPIP Dr. Rima Agristina menegaskan, “Kartini memperjuangkan pendidikan perempuan walaupun menderita, namun penderitaannya saat ini berhasil diambil manfaatnya oleh kaum Perempuan yang menemukan cahaya di masa kini.”
Bagi Pamomong Urban Spiritual Indonesia Dr. Turita Indah Setyani, Kartini memperoleh pencerahan jauh melampaui pemikiran orang kebanyakan pada masa itu. Menurutnya, refleksi spiritualitas Kartini, dengan ungkapan yang populer habis gelap terbitlah teran, berawal dari pembelajarannya tentang Islam secara mendalam kepada KH Saleh Darat. Ungkapan tersebut terinspirasi dari ayat yang amat menyentuh nuraninya.
