“Allah-lah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya,” ujarnya mengutip surat Al-Baqarah ayat 257.
Bagi Ketua Komoenitas Makara Fitra Manan, menghidupkan kembali spirit Kartini di era digital artinya memberdayakan perempuan untuk menguasai teknologi sebagai alat perjuangan intelektual.

Menurutnya, pendidikan berbasis literasi digital saat ini adalah salah satu kunci utama dalam mempersempit kesenjangan gender dan memperkuat peran kebangsaan perempuan.
“Dengan kreativitas dan kecerdasan digital, perempuan Indonesia mampu meneruskan estafet emansipasi demi kemajuan bangsa yang inklusif,” ungkapnya.
Saat membuka acara, Ngatawi Al-Zastrouw menegaskan bahwa Kartini bukan sekadar tokoh emansipasi yang memperjuangkan kesetaraan kaum perempuan, tetapi juga pejuang pendidikan dan kebangsaan.
