Silaturahmi Penulis “duniasantri” Penuh Kekeluargaan

Dalam acara ini, para penulis/kontributor duniasantri.co juga saling berbagi cerita. Penulis dari Lampung, Fathur, misalnya, menceritakan betapa susahnya untuk bisa istiqomah dalam menulis. Istiqomah, menurutnya, ibarat seorang perempuan seksi yang keberadaannya sangat diinginkan banyak orang. Tetapi, saat itu pula, banyak yang tidak mampu meraihnya dikarenakan banyak kesibukan maupun rintangan lainnya.

“Perempuan seksi itulah salah satu bentuk jati diri dari sebuah laku istiqomah, tak terkecuali istiqomah dalam menulis sebuah tulisan,” katanya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sementara itu, Nopinta Sigit Widodo dari Kediri, juga memberikan respons positif atas terselenggaranya acara temu kangen virtual ini. “Acara seperti ini akan membangkitkan semangat jurnalistik dalam diri saya sebagai penulis pemula karena banyak ilmu yang saya dapat dari momen ini. Dari ilmu yang saya dapat ini, akan kami salurkan kepada peserta didik untuk bisa mengembangkan kemampuan menulis seperti penulis yang ada di forum ini,” katanya dengan tersenyum.

Tak hanya itu, Eko David,  penulis asal Mojokerto, memberikan sedikit ulasan serta harapan besar kepada redaksi duniasantri.co. “Saya berharap dunia santri bisa masuk dan memfalitasi bakat minat para santri di belantika tanah air untuk mengembangkan sayap jurnalistik. Santri harus ikut hadir dalam menyebarkan konten maupun tulisan yang segar dan fresh agar tetap mampu mengimbangi dinamika zaman,” tutur pria yang mengajar di Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, ini.

One Reply to “Silaturahmi Penulis “duniasantri” Penuh Kekeluargaan”

Tinggalkan Balasan