TUALANG RINDU
Memaknaimu, cukup aku bayangkan
sebagaimana waktu bekerja
Menyusuri rindu di kepalaku,
kau berjalan seperti menyentuh isi jiwa
Ruang dan waktu seperti terkutuk di dalamnya

Malam tak hanya gelap yang berselisih
Menyentuh dinding kamarku
Apa pun aku artikan sebagai tualang ingatan
Sebagai rindu maya, berisi kecemasan
Hingga lewat seluruh bayang-bayang ini
Kau semadi di jantung hati.
Giliyang, 20 Juli 2021.
