Ia tak henti-hentinya menekankan para santri untuk menjadi manusia yang berbudi luhur, lemah lembut, penuh kasih, dan membawa kesejukan bagi banyak orang.
Suasana haru semakin memuncak dan menyelimuti seluruh halaman pesantren saat memasuki prosesi mushafahah atau bersalaman untuk memohon rida dan maaf. Isak tangis dari para santri, dewan guru, hingga wali santri pecah ketika satu per satu santri kelas akhir mencium tangan para kiai dan guru mereka sebagai bentuk takzim dan perpisahan sebelum melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Sementara itu, salah seorang perwakilan alumni yang hadir menyampaikan bahwa momentum lepas pisah ini bukan sekadar acara seremonial tahunan, melainkan tonggak awal pembuktian bagi para santri di tengah masyarakat. Kehadiran ratusan alumni dari berbagai angkatan malam itu juga menjadi bukti nyata bahwa ikatan emosional dan pilar kekeluargaan yang diajarkan di Pondok Pesantren Raudatur Rahmah tidak pernah luntur oleh jarak dan waktu.
