SURAT KEPADA KOTA YANG DIAM

Aku menulis surat padamu
tapi tukang pos menolak mengantarkan.
Katanya alamatmu kini
berada di bawah tanah
bersama nama-nama yang disamarkan
di makam tanpa nisan.
Kekasihku,
bagaimana aku harus mencintaimu
jika bahkan kata ‘cinta’
dianggap terlalu berbahaya
untuk sampai di tanganmu?

DOA DI BAWAH JENDELA PENJARA 

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Aku mendengar napasmu
melewati jeruji
tipis seperti doa
yang hampir padam.
Mereka merantai tanganmu
tapi tak bisa merantai
suaramu yang menembus dinding.
Setiap kata yang kau bisikkan
adalah peluru kecil
yang menembus dada mereka
meski kau hanya duduk
di lantai dingin penjara.

NEGERI YANG MENGUBUR BUNGA 

Di taman kota
aku melihat bunga-bunga dicabut
diganti plastik warna-warni
yang tak pernah layu.
Mereka bilang ini kemajuan—
bunga tak akan busuk
tak akan jatuh.
Tapi aku menangis diam-diam:
apa gunanya taman
jika wangi bunga dihapus
dan kita dipaksa hidup
dengan keindahan yang palsu?

One Reply to “SURAT KEPADA KOTA YANG DIAM”

Tinggalkan Balasan